Oleh: ANDY SUBANDONO | 11 November 2009

Sikap Mental Anak

Orangtua Berperan Aktifkan DNA Anak

JAKARTA, Pepatah you are what you think, ternyata tak sekedar kata-kata indah. Setiap orang adalah apa yang mereka pikirkan. Berpikir positif tentang diri sendiri, maka akan memberikan efek positif pula bagi diri. Orang dewasa, mungkin bisa menumbuhkan dan menerapkan positive thinking secara sadar. Bagaimana dengan anak-anak? Berpikir positif, salah satunya dengan mengaktifkan gen/DNA,

Orangtua Berperan Aktif pada Anak
Orangtua Berperan Aktif pada Anak

ternyata juga bisa dijadikan mindset dan sikap mental anak sejak dini. Apa saja peran orangtua?

Psikolog Miriati, Psi, mengatakan, orangtua berperan dalam membuka gen anak. Gen yang terbuka atau aktif akan memicu pikiran positif dan mampu mengembangkan potensi si anak.

“Selama ini orangtua selalu mengambil tugas yang sebenarnya bisa dilakukan oleh si anak. Orangtua bisa membuka gen tanggung jawab, gen pengambilan keputusan si anak dengan cara memberikan kesempatan ke si anak untuk melakukan sesuatu secara mandiri,” ungkap Miriati, pada diskusi Mengoptimalkan Potensi Diri Melalui DNA/Gen , Kamis (10/9), di MP Book Point, Jakarta Selatan.

Ia mencontohkan, seorang anak berumur tiga tahun bisa diberikan kepercayaan untuk melakukan hal-hal yang selama ini dilakukan orangtuanya. “Misalnya, mengoles roti. Anak umur tiga tahun sudah bisa lho, mengoles roti untuk sarapannya sendiri. Kalau dia bisa, kenapa harus disediakan ibu? Beri kepercayaan bahwa dia bisa melakukannya, sehingga dia juga berpikir positif terhadap dirinya, dia bisa!,” jelas Miriati.

Selain itu, anak juga harus diberikan ruang seluas-luasnya bagi pengembangan kreativitas dirinya. Terkadang, keinginan anak tak sesuai dengan harapan orangtua. Untuk mencegah si anak berkonflik dengan orangtua, menurut Miriatu, orangtua harus memberikan respon awal secara positif. Dalam arti, menempatkan diri sebagai sosok yang satu pikiran dengan si anak.

“Mungkin bapak atau ibu tidak suka dengan pilihan anak. Tapi jangan padamkan gennya. Beri apresiasi positif, biarkan dia membuka gennya dengan bercerita apa keinginannya. Tumbuhkan kepercayaan bahwa orangtua adalah tempat berdiskusi yang tepat baginya,” kata Miriati.

Sebab, jika anak tak memercayai orangtua, dikhawatirkan dia justru mencari tempat di luar rumah yang bisa menerima dan sepaham dengannya. “Ajak diskusi pelan-pelan, berbicara tentang risiko-risiko pilihannya. Ikuti emosi anak, dealing with his pain. Setelah tenang, baru bisa diarahkan dan dibukakan pilihan-pilihan lain,” ujarnya.

Jika hal-hal diatas diterapkan menjadi sebuah kebiasaan, ia percaya bahwa anak akan memiliki pertahanan diri (self esteem) yang baik dan akan menumbuhkan kepercayaan diri (confidence) pada diri anak.

Laporan wartawan KOMPAS Inggried Dwi Wedhaswary, Kamis, 10 September 2009

Produk CNI yang bisa membantu meningkatkan dan mengatasi kesehatan anak yaitu:
•    CNI Sun Chlorella 3X5 tab/hari
•    CNI Ester-C Plus 2X1 tab/hari
•    Phyto Lite 2X1 tab/hari

Produk CNI adalah “Produk Kualitas Menengah Atas, Harga Menengah Bawah”

Oleh: ANDY SUBANDONO | 10 November 2009

Barang Elektronik

MEWASPADAI EMPAT POS PENGELUARAN (bagian 4)

Seperti yang saya janjikan, dalam edisi kali ini saya akan membahas tentang pos pengeluaran ke-4 dalam keluarga yang harus diwaspadai. Pos ini adalah barang elektronik.

Kalau bicara tentang barang elektronik, Anda mungkin menganggap itu cuma masalah kaum suami. Memang, bagi para cowok, masuk ke toko barang elektronik mungkin bisa dibandingkan dengan

Jangan sering ke Mall...
Jangan sering ke Mall…

perempuan yang masuk ke toko baju. Wuh… asyik sekali. Saya sendiri juga begitu.

Namun jangan salah, wanita pun sebetulnya juga menyenangi barang elektronik. Hanya saja jenisnya mungkin berbeda. Sebagai contoh, pria mungkin senang dengan barang elektronik yang berkaitan dengan hiburan di rumah (seperti radio tape, VCD player, atau teve), komunikasi (seperti HP), dan berbagai macam barang lain yang berhubungan dengan pekerjaan atau hobi (seperti komputer atau personal data assistant).

Di lain pihak, wanita biasanya hanya menyenangi dan mencari barang elektronik yang memang dibutuhkan untuk kegiatan sehari-hari, seperti memasak (rice cooker dan magic jar), dan mencuci (mesin cuci). Atau, bila wanita itu bekerja ke luar rumah, bisa jadi HP juga termasuk yang ia minati karena dianggap memudahkan pekerjaannya.

Karena pengeluaran untuk pos barang elektronik ini memang sering lepas kontrol, ada baiknya Anda simak tips berikut ini untuk mencegah membengkaknya pengeluaran.

1. Sesuaikan pembelian Anda dengan kebutuhan

Anda sudah punya teve di rumah? Bagus dan memenuhi syarat? Kalau begitu, buat apa beli teve lagi? Contoh lain, Anda mungkin sudah punya radio tape di kamar. Masih berfungsi dengan baik, suaranya masih bagus dan bisa menemani kegiatan Anda sehari-hari. Apa Anda masih mau beli lagi?

Artinya, carilah barang yang memang betul-betul Anda butuhkan. Jangan mentang-mentang di teve ada iklan kipas angin, Anda langsung memutuskan membeli kipas angin yang sebetulnya sudah Anda miliki.

Biasanya, pembelian barang elektronik dalam keluarga sering kali membengkak karena melakukan pembelian yang berulang untuk satu jenis barang saja. Jadi lain kali, sebelum Anda memutuskan membeli suatu barang, tanyakan dulu kepada diri Anda sendiri, apa memang Anda memerlukannya, ataukah sekadar ingin memuaskan keinginan saja.

2. Jangan terpengaruh oleh desain barang yang canggih

Dalam satu acara saya di radio, ada seorang pendengar yang mengirimkan pertanyaan melalui surat. Dia bercerita suaminya adalah penggemar barang elektronik. Yang jadi masalah, suaminya ini gemar membeli barang elektronik yang punya desain menawan serta teknologi canggih. Konsekuensinya mereka seringkali harus mengeluarkan banyak sekali uang untuk memenuhi keinginan tersebut. Padahal, kondisi keuangan keluarga mereka sangat terbatas.

Pertanyaannya adalah apa yang harus dilakukannya? Apakah membeli barang elektronik memang harus yang berdesain canggih dan menawan? Bukankah yang biasa-biasa saja sudah cukup? Yang penting kualitas dan fungsinya memenuhi syarat kan?

Salah satu hal penting yang harus Anda ingat dalam membeli barang elektronik adalah jangan pernah melihat desain sebagai satu-satunya alasan Anda membeli. Tapi coba lihat dulu apakah fungsi barang yang Anda incar itu sesuai yang Anda perlukan. Jangan mentang-mentang radio tape yang dijual di toko itu berdesain unik, lantas Anda langsung membelinya. Padahal, mungkin saja harganya jauh lebih mahal dari barang sejenis yang desainnya biasa-biasa saja.

3. Beli barang elektronik yang memberikan garansi

Di mana pun Anda membeli barang, selalu usahakan membeli barang yang bergaransi. Sebagai contoh, saya seringkali mendengar cerita ada banyak orang yang membeli ponsel hanya karena harganya murah, barang selundupun, inilah atau itulah, padahal barang tersebut tidak memberikan garansi. Alhasil, ketika barang tersebut rusak setelah dipakai seminggu, dia tidak bisa lagi memakai ponselnya. Padahal harganya tidak murah. Akhirnya, harga barang itu jatuhnya jauh lebih mahal ketimbang Anda membeli yang bergaransi.

Cek juga garansi macam apakah yang diberikannya: Garansi Toko atau Garansi Produsen? Garansi Toko adalah garansi yang diberikan oleh si toko, di mana kalau barang Anda mengalami kerusakan, toko itulah yang bersedia membetulkan kerusakannya. Tetapi kalau garansi produsen, biasanya produsennya langsunglah yang akan membetulkan barang Anda. Bila garansinya merupakan garansi produsen, tanyakan kepada penjual di toko di mana alamat produsen (dalam hal ini pusat layanan yang bisa didatangi).

Jangan lupa, barang elektronik memiliki komponen sangat rumit untuk dimengerti. Berbeda dengan baju yang mungkin bisa Anda cek kualitasnya dengan cara melihat dan meraba-raba kainnya. Pada barang elektronik Anda tidak mungkin membuka-buka bodi barang tersebut bukan? Kalaupun bisa, saya jamin Anda belum tentu bisa menguji apa kualitasnya. Misalnya, apakah Anda bisa tahu kalau salah satu komponennya ada yang diganti?

4. Jangan terpengaruh oleh harga yang murah

Sebagai contoh, ketika Anda ingin membeli radio tape, Anda mungkin akan datang ke sebuah toko barang elektronik. Disitu, Anda akan melihat 5 radio tape dengan 5 merk yang berbeda. Perbedaan harganya mungkin tidak terlalu jauh, yang satu Rp 1 juta, ada yang Rp 1,2 juta, ada yang Rp 900 ribu, ada yang 1,1 juta, tetapi yang terakhir ini, harganya Rp 700 ribu.

Sekilas, Anda mungkin akan tertarik pada barang yang memberikan harga paling murah. Tapi coba perhatikan dulu kenapa harganya bisa lebih murah. Apakah karena fungsinya yang terbatas, apakah karena tidak ada garansi produsen dan hanya garansi toko saja yang diberikannya, ataukah karena merknya yang tidak dikenal? Nah, yang terakhir inilah yang umumnya terjadi. Sekarang, kalau perbedaan harganya tidak terlalu jauh, kenapa Anda tidak membeli barang yang harganya mungkin sedikit lebih tinggi, tetapi dengan merk yang sudah terjamin dan terbukti kualitasnya, dibandingkan barang dengan merk lain yang lebih murah tetapi dengan kualitas yang belum terbukti.

Demikianlah pembahasan tetang empat pos pengeluaran yang patut diwaspadai. Semoga bermanfaat bagi Anda.

(TAMAT)

KREDIT BUKANLAH ALASAN

Beberapa dari Anda mungkin berpikir bahwa pembelian barang elektronik di keluarga Anda tidak mungkin membengkak mengingat harganya yang relatif mahal. Nah, boro-boro mau beli, uangnya saja enggak ada, begitu mungkin kata Anda.

Namun seringkali toko juga bekerja sama dengan sebuah lembaga pembiayaan dalam melayani pembeli yang tidak bisa membeli barang dengan cara tunai. Sering kan kita melihat ada gerai lembaga pembiayaan yang nongkrong di toko-toko elektronik?

Nah, perlu diingat, jangan mentang-mentang ada fasilitas kemudahan, Anda lalu berpikir untuk membeli barang-barang yang sebetulnya tidak Anda butuhkan. Adanya lembaga pembiayaan itu memang bagus, tapi perlu diketahui bahwa fasilitas kredit yang ada di situ sebetulnya hanyalah alat untuk memudahkan. Dan bukan menjadi alasan –apalagi alasan satu-satunya– untuk membeli dengan membabi buta. Tetaplah kembali ke tips-tips yang sudah saya sebutkan di atas.

Oleh: Safir Senduk

Pasarkan Produk CNI… bisa membantu meningkatkan ekonomi keluarga yaitu:
•    CNI Sun Chlorella 3X5 tab/hari
•    CNI Ester-C Plus 2X1 tab/hari
•    CNI Marine Organic Calcium 3X1 tab/hari (diminum setelah makan)
•    Nutrimoist (cream ajaib serba guna)
•    CNI HealthPack 3 in One
•    Organik Dietary Fiber Powder
•    Vitasigi-F
•    CNI Gold Soya
•    CNI Ginseng Tea
•    Vitasigi-F Junior
•    CNI Sun Eleuthero
•    CNI Lyophilized Royal Jelly
•    Phyto Lite
•    Phyto Gold
•    Bio Plus
•    Narish
•    Chlorella New Gold
•    Progene
•    CNI Omega-3 with Ester-E
•    DMG (ditaruh dibawah lidah)
•    LIBILON
•    CNI Ester-C Active
•    Ericoma Ginseng Coffee
•    Ginseng Coffee Original
•    Hifiber Pudding
•    Water Treatment
•    Super Sc88 MPC
•    Super Sc88 Laundry Compound
•    Plant Catalyst 2006
•    Plankton Catalyst 2006
•    Pasta Gigi Winz
•    Ires Cosmetic
•    Fire Sens
•    Mie Sehati Special
•    Sun O-Vit
•    Ginseng Coffee Sugar Free
•    Up Café
•    Dll.

Produk CNI adalah “Produk Kualitas Menengah Atas, Harga Menengah Bawah”

Oleh: ANDY SUBANDONO | 9 November 2009

Hadiah dan Sumbangan

MEWASPADAI EMPAT POS PENGELUARAN (bagian 3)

Pada dua edisi terakhir, kita sudah membahas tentang dua pos pengeluaran yang jumlahnya bisa membengkak apabila tidak diwaspadai. Pertama adalah telepon, listrik, air. Kedua adalah hadiah dan sumbangan. Sekarang, kita akan membahas pos ketiga, yakni busana & aksesori.

Hemat Pangkal Kaya
Hemat Pangkal Kaya

Yang dimaksud busana & aksesori adalah pakaian yang kita kenakan setiap hari berserta segala pelengkapnya, seperti tas, sepatu, sabuk, dan segala macam perhiasan yang melekat di tubuh ataupun busana Anda. Begitu beragamnya jenis busana dan aksesori hingga tanpa sadar kita sering terbujuk untuk memiliki lebih banyak ragam busana dan aksesori. Tahu-tahu tanpa terasa kita sudah membelanjakan begitu banyak untuk pengeluaran yang satu ini.

Bagaimana caranya agar pengeluaran untuk busana & aksesori tidak kebablasan? Di bawah ini adalah lima tips yang mudah-mudahan bisa bermanfaat.

1. Beli karena memang Anda butuh

Ya, Anda mesti menanyakan pada diri sendiri, apa benar saya memerlukan barang ini? Pantaskan saya memakainya? Kalaupun saya memang bisa memakainya, seberapa seringkah? Okelah barang itu bagus, tapi bila memang tidak pantas untuk Anda, apa iya kita harus membelinya? Begitu juga jika barang itu hanya untuk dipakai sekali seumur hidup, tentu tidak harus kita membelinya bukan?

Saya jadi ingat pengalaman saya ke pertokoan terkenal di Jakarta beberapa waktu lalu saat saya masih lajang. Saya tertarik masuk ke toko baju-baju pria. Bagus-bagus sekali barangnya. Saya pun membeli dua kemeja kerja dengan motif polos.

Setelah membeli, saya terus berjalan-jalan di pertokoan itu. Menyusuri gang yang lain. Alamak, ternyata ada toko busana lain yang barang jualannya kelihatannya lebih bagus dari yang saya beli tadi. Saya masuk ke toko itu dan, astaga! Baju-baju yang dipajang di dalam juga bagus-bagus. Tapi karena tadi sudah membeli, saya akhirnya tidak beli apa-apa di toko itu. Ketika saya terus berjalan, ternyata ada dua toko lagi yang juga punya kemeja kerja bagus lebih bagus. Sempat juga ada penyesalan, kenapa uang saya saat itu terbatas hingga hanya bisa beli dua baju.

Ketika pulang, saya berpikir kembali, kenapa tadi saya membeli baju? Alasannya adalah karena baju itu bagus. Padahal, bicara soal baju bagus, kalau Anda ke mal, pasti puluhan atau mungkin ratusan bagus yang dijual. Kalau alasan Anda membeli karena baju itu bagus, berarti ada banyak sekali baju yang harus Anda beli. Padahal belum tentu satu saja baju itu Anda butuhkan.

Dalam contoh saya tadi, sebetulnya tidak apa-apa bila saya tidak membeli satu baju sekalipun, karena saat itu saya sudah punya lima kemeja kerja di rumah yang saya pakai bergantian tiap hari. Jadi, kalau ngikutin barang bagus memang enggak ada habisnya. Percayalah, produsen selalu berusaha keras agar busana yang diproduksinya bisa selalu tampil bagus dan menarik.

2. Anggarkan pembelian Anda bila dirasa perlu

Saya yakin, beberapa dari kita sudah menganggap belanja busana dan aksesori sebagai hobi. Contoh yang paling sering adalah ketika kita baru saja mendapatkan undangan pesta kawin, langsung esoknya toko cari baju dan aksesori.

Nah, apa yang terjadi kalau Anda membeli busana & aksesori secara dadakan? Anda akan mengambil uang yang seharusnya dijatahkan untuk pos lain. Ujungnya-ujungnya, anggaran pembayaran Anda yang lain jadi terganggu.

Mulai sekarang, cobalah buatkan pos pengeluaran khusus untuk busana & aksesori Anda tiap bulan. Dengan demikian, kalau harus membeli busana & aksesori, Anda tidak perlu lagi mengambil dari jatah pos yang lain.

3. Utamakan kualitas daripada kuantitas

Banyak dari kita yang senang dan bangga bila bisa membeli barang yang murah. Untuk busana & aksesori yang menempel di badan Anda, tak ada salahnya kalau Anda memilih busana & aksesori yang lebih bermutu, walaupun harganya sedikit lebih mahal.

Teman saya misalnya, suka sekali memilih baju dari harganya. Dia berpikir, bahwa dengan harga murah, dia bisa membeli tiga hingga lima barang sekaligus. Bagus sih. Tapi barang murah belum tentu kualitasnya bagus, kan? Betul saja, setelah baju itu dibeli dan dipakai dua tiga kali ia mulai merasa tidak nyaman dengan bahan baju yang dia kenakan. Sudah itu, baru beberapa kali dicuci, warna bajunya cepat sekali memudar.

Akhirnya, coba tebak, baju itu tak pernah lagi dipakai dan dia harus beli baju lagi. Kesimpulannya, yang tadinya dikira harganya murah ternyata justru menguras isi kocek lebih banyak.

4. Pandai-pandailah melakukan kombinasi

Pada suatu hari, saya pernah tampil berdua bersama perancang busana Robby Tumewu dalam sebuah seminar internal yang diadakan NOVA di depan kelompok karyawan dan karyawati dari sebuah perusahaan di Indonesia. Masing-masing dari kami, tentu saja, membawakan topik yang berbeda. Saya tampil terlebih dahulu membawakan topik Mengelola Keuangan Keluarga.

Ketika tiba gilirannya, Robby membawakan topik padu padan busana. Saya sendiri belum pernah mengikuti acara sejenis. Karena itu, saya tertarik mengikutinya. Betul juga, ternyata sangat menarik. Di situ, Robby sempat mengucapkan satu kalimat sederhana yang terus saya ingat sampai sekarang. Yakni, “Untuk terlihat menarik dalam hal penampilan, Anda tidak perlu memiliki busana & aksesori dalam jumlah yang sangat banyak. Yang perlu Anda lakukan adalah cukup dengan belajar mengombinasikan warna serta model dari busana & aksesori yang sudah Anda punya.”

Saya berpikir lagi dan mengingat-ingat, betul juga. Banyak kan anggota keluarga kita yang memiliki busana hingga satu, dua atau tiga lemari besar di kamarnya? Belum lagi sepatu, jam tangan atau bros misalnya? Mereka mengeluarkan banyak sekali uang untuk penampilannya agar bisa terlihat lain dalam tiap acara yang dihadirinya. Mereka beranggapan harus memiliki satu (pasang) busana yang berbeda untuk tiap acara. Dan untuk itu, jelas akan ada pembelian busana baru yang harus dilakukan. Padahal, kata Robby, Anda bisa saja memakai busana lama Anda, asalkan Anda pintar menukar atau memainkan kombinasinya. Dengan demikian, pembelian busana & aksesori baru bisa dikurangi, dan otomatis Anda juga jadi lebih hemat kan?

5. Cari tempat lain yang lebih murah

Anda suka mencari busana & aksesori di mal? Bagus sekali, karena di sini biasanya ada banyak variasi pilihan. Tapi, pernahkah terpikir oleh Anda untuk mencari barang-barang tersebut di tempat lain yang memberikan harga miring? Saya tahu memang tidak mudah, karena Anda mungkin harus mencarinya dulu.

Jangan lupa bahwa terkadang pembelian yang Anda lakukan di mal biasanya jadi lebih mahal karena adanya unsur kenyamanan yang Anda dapatkan. Bukankah toko tersebut membayar sewa ruangan dan juga pembiayaan tambahan untuk AC, tata interior, cahaya, dan juga para pegawai.

Mungkin saja kalau Anda mau mencoba meluangkan waktu sebentar untuk mencari di tempat lain, bisa saja Anda menemukan barang yang sama, tapi dengan harga yang lebih murah.

Oleh: Safir Senduk

Pasarkan Produk CNI… bisa membantu meningkatkan ekonomi keluarga yaitu:
•    CNI Sun Chlorella 3X5 tab/hari
•    CNI Ester-C Plus 2X1 tab/hari
•    CNI Marine Organic Calcium 3X1 tab/hari (diminum setelah makan)
•    Nutrimoist (cream ajaib serba guna)
•    CNI HealthPack 3 in One
•    Organik Dietary Fiber Powder
•    Vitasigi-F
•    CNI Gold Soya
•    CNI Ginseng Tea
•    Vitasigi-F Junior
•    CNI Sun Eleuthero
•    CNI Lyophilized Royal Jelly
•    Phyto Lite
•    Phyto Gold
•    Bio Plus
•    Narish
•    Chlorella New Gold
•    Progene
•    CNI Omega-3 with Ester-E
•    DMG (ditaruh dibawah lidah)
•    LIBILON
•    CNI Ester-C Active
•    Ericoma Ginseng Coffee
•    Ginseng Coffee Original
•    Hifiber Pudding
•    Water Treatment
•    Super Sc88 MPC
•    Super Sc88 Laundry Compound
•    Plant Catalyst 2006
•    Plankton Catalyst 2006
•    Pasta Gigi Winz
•    Ires Cosmetic
•    Fire Sens
•    Mie Sehati Special
•    Sun O-Vit
•    Ginseng Coffee Sugar Free
•    Up Café
•    Dll.

Produk CNI adalah “Produk Kualitas Menengah Atas, Harga Menengah Bawah”

Tulisan Sebelumnya »

Kategori